Home » » Jaring "Lintang Kemukus" Sambut Tahun Baru Hijriah

Jaring "Lintang Kemukus" Sambut Tahun Baru Hijriah

Written By cah bagus on Selasa, 15 Februari 2011 | 04.36

JUMAT siang (19/1) yang terik tak ada satu pun bintang yang bisa dilihat dari Kampung Dumpoh, Kelurahan Potrobangsan, Magelang. Namun Padepokan Jalatunda bekerja sama dengan Bengkel Teater Universitas Tidar Magelang (UTM), memasang jaring untuk menangkap bintang pada momentum pergantian tahun baru Hijriah. Apa yang mereka lakukan bagian dari ritual Lelaku Sesuci Nglampahi Sabda Langit Nyilak Pupus Lintas Kemukus. Berbeda dengan jaring yang digunakan para nelayan untuk menangkap ikan. Jaring yang digunakan seniman hanya berupa kain putih panjang sekitar sepuluh meter dan lebar satu meter. Ritual ini dimulai dengan lelaku atau berjalan dengan rute melingkar kurang lebih satu kilometer menyusuri Kali Bening sambil membentangkan jaring. Setiap dua ratus meter, pimpinan ritual ES Wibowo, membuat coretan di jalan yang akan dilalui. Coretan itu merupakan gambar dari gugusan bintang. Ketika sampai pada tempat ritual, Bowo memercikkan air kembang setaman melingkar. Bersamaan dengan itu mulutnya komat-kamit membaca mantra. Barulah jaring itu dilipat seakan sudah menangkap aura bintang kemukus. Menurut Bowo, ritual lelaku sesuci itu dilatar belakangi pengaruh lintang kemukus yang muncul pada pukul 02.00-03.45, Senin Kliwon lalu. Saat itu lintang terlihat di sebelah barat daya dan timur laut. Menjaring Aura Dia berharap gugusan bintang itu tak membawa aura negatif bagi lingkungan dan manusia. Karena itulah dalam ritual itu dia bermaksud menjaring aura baik dan membuang aura jahat dari bintang tersebut. ''Ketika ada tanda alam seperti itu bisa diartikan sebagai suatu benturan antara dua kepentingan antara alam dan manusia yang berdampak buruk dan jahat. Semoga kami sudah menangkap aura baik dari alam dan jagad raya,'' katanya. Apa yang dilakukan itu menurutnya bukan sebuah ritual yang tak rasional tapi rasionalitas yang dibarengi spiritual. Karena dia mencoba menerjemahkan fenomena kosmologi dan bentuk perilaku manusia sebagai mahkluk yang lemah di hadapan Tuhan. ''Sudah sepantasnya kami bersujud memanjatkan doa dan menyerahkan jiwa raga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Agar diberikan rahmat dan hidayah,''
Share this article :

0 komentar:

 
Support : SEO LoVer | Iconia PC Tablet dengan Windows 8 | Margahayuland
Copyright © 2013. ikin personal blog - All Rights Reserved